Belajar Bercerita dari Kampung Sendiri
Catatan adalah arsip yang terus bertambah dari pekerjaan, wilayah, pembelajaran, film, bahasa, perjalanan, arsip, dan percakapan di Universitas Adat Wuwuk.
Notes is a growing archive of work, territory, learning, film, language, journeys, archives, and conversations at Wuwuk Indigenous Peoples’ University.
Universitas adat berbasis komunitas. A community-based Indigenous Peoples’ university.
Universitas Adat Wuwuk adalah universitas adat berbasis komunitas sekaligus ekosistem pendidikan adat yang tumbuh dari kehidupan di Wuwuk, Minahasa. Komunitas menentukan arah pembelajaran, mengenali siapa yang menjadi sumber pengetahuan, serta menentukan bagaimana pengetahuan diteruskan, dipraktikkan, direkam, dan dibagikan. Belajar berlangsung melalui Sistem Pengetahuan Masyarakat Adat yang hidup dalam wilayah, kerja, relasi, bahasa, budaya, teknologi, cerita, dan kehidupan sehari-hari.Wuwuk Indigenous Peoples’ University is a community-based Indigenous Peoples’ university and an Indigenous learning ecosystem rooted in life in Wuwuk, Minahasa. The community sets the direction of learning, recognizes who serves as a source of knowledge, and determines how knowledge is transmitted, practiced, recorded, and shared. Learning takes place through an Indigenous Knowledge System that lives in territory, work, relationships, language, culture, technology, stories, and everyday life.
Cara Kami Belajar →How We Learn →Sistem Pengetahuan Masyarakat Adat adalah salah satu inti Universitas Adat Wuwuk. Pengetahuan tidak dipisahkan dari kehidupan: ia hidup, dipraktikkan, diwariskan, dan dijaga melalui hubungan dengan wilayah, bahasa, ingatan, kerja, makhluk hidup, musim, dan sesama.The Indigenous Knowledge System is one of the core foundations of Wuwuk Indigenous Peoples’ University. Knowledge is not separated from life: it lives, is practiced, transmitted, and cared for through relationships with territory, language, memory, work, living beings, seasons, and one another.
Hutan, kebun, sawah, air, musim, rumah, tumbuhan, hewan, dan seluruh wilayah kehidupan dapat menjadi sumber belajar.Forests, gardens, rice fields, water, seasons, homes, plants, animals, and the whole territory of life can become sources of learning.
Bahasa, cerita, ingatan keluarga, nama tempat, istilah kerja, lagu, dan arsip menjadi bagian dari pengetahuan yang diteruskan.Language, stories, family memory, place names, terms for work, songs, and archives are part of knowledge passed across generations.
Pengetahuan dipelajari melalui mendengar, melihat, melakukan, mengulang, bekerja bersama, dan bertanggung jawab dalam hubungan.Knowledge is learned through listening, observing, doing, repeating, working together, and taking responsibility within relationships.
Komunitas menentukan siapa yang menjadi sumber pengetahuan, bagaimana pengetahuan diteruskan, serta apa yang boleh atau tidak boleh dibagikan.The community determines who serves as a source of knowledge, how knowledge is passed on, and what may or may not be shared.
Belajar melalui mendengar, bertanya, melihat, melakukan, bekerja bersama, menceritakan kembali, dan mempraktikkan lagi.Learning happens by listening, asking, observing, doing, working together, retelling, and practicing again.
Sembilan arah ini membantu Universitas Adat Wuwuk menjaga agar proses belajar tetap berakar pada komunitas, wilayah, hubungan, dan masa depan bersama. These nine directions help Wuwuk Indigenous Peoples’ University keep learning rooted in community, territory, relationships, and a shared future.
Belajar memperkuat kehidupan komunitas, bukan hanya kemajuan individu.Learning strengthens community life, not only individual advancement.
Tontemboan adalah salah satu bahasa pengetahuan.Tontemboan is one of the languages of knowledge.
Waktu belajar mengikuti musim, kerja, ritual, dan kehidupan.Learning time follows seasons, work, ritual, and life.
Tetua dan pemegang pengetahuan menjadi sumber primer sesuai hal yang mereka ketahui, jalankan, warisi, dan menjadi tanggung jawabnya; Pemberi Pengetahuan dan Penerima Pengetahuan adalah peran fungsional dalam proses regenerasi.Elders and knowledge holders are primary sources for what they know, practice, inherit, and carry responsibility for; Knowledge Giver and Knowledge Receiver are functional roles within regeneration.
Belajar memperkuat kemampuan komunitas menentukan arah hidupnya sendiri.Learning strengthens the community’s ability to determine its own direction.
Belajar berakar dari dalam kehidupan Wuwuk. Perjumpaan dengan luar dapat memperluas dan memperkuatnya, bukan menggantikannya.Learning is rooted within life in Wuwuk. Encounters beyond Wuwuk can expand and strengthen it, not replace it.
Belajar menghubungkan kembali manusia, wilayah, generasi, leluhur, dan kehidupan.Learning reconnects people, territory, generations, ancestors, and life.
Pengetahuan kolektif mempunyai sumber, batas, cara meminta izin, dan tanggung jawab dalam penggunaannya.Collective knowledge has sources, boundaries, ways of seeking permission, and responsibilities for its use.
Berakar di Wuwuk, terbuka untuk belajar bersama komunitas lain.Rooted in Wuwuk, open to learning with other communities.
Tanah, film, teknologi, bahasa, ritual, arsip, dan ruang berkumpul saling terhubung sebagai bagian dari kehidupan belajar.Land, film, technology, language, ritual, archives, and gathering spaces connect as part of a living learning ecosystem.
Tanah · Pangan · Kerja bersamaLand · Food · Collective work
Leluhur · Spiritualitas · BatasAncestors · Spirituality · Boundaries

Film · Cerita · ArsipFilm · Stories · Archives

Teknologi · Media · KomunitasTechnology · Media · Community

Riset · Tulisan · PublikasiResearch · Writing · Publishing

Menonton · Bertemu · BelajarWatch · Meet · Learn
Pertemuan · Sinema · PertukaranEncounter · Cinema · Exchange
Musyawarah Adat · Arsip · PertemuanMusyawarah Adat · Archives · Gathering

Pemutaran Film · Workshop · Sharing / LearningFilm Screenings · Workshops · Sharing / Learning
Minahasa · Masyarakat Adat Indonesia · Indigenous Peoples duniaMinahasa · Indigenous Peoples in Indonesia · Indigenous Peoples worldwide
Salah satu akar sejarah ruang sinema berbasis kampung.One of the historical roots of village-based cinema spaces.
Arah Universitas Adat Wuwuk ditentukan melalui Musyawarah Adat. Sekretariat Bersama menjalankan urusan bersama. Komunitas menentukan siapa yang menjadi sumber pengetahuan, bagaimana pengetahuan diteruskan, dan apa yang boleh dibagikan.The direction of Wuwuk Indigenous Peoples’ University is determined through Musyawarah Adat. The Joint Secretariat handles shared affairs. The community determines who serves as a source of knowledge, how knowledge is passed on, and what may be shared.
Tata Kelola →Governance →Ruang berkumpul untuk Musyawarah Adat, percakapan, menerima tamu, merawat arsip, dan bekerja bersama. Tetapi Wale Petaupan bukan satu-satunya kampus. Seluruh wilayah kehidupan adalah ruang belajar.A gathering place for Musyawarah Adat, conversation, receiving guests, caring for archives, and working together. But Wale Petaupan is not the only campus. The whole territory of life is a place of learning.
Pengetahuan dapat hidup dalam film, tulisan, foto, suara, bahasa, arsip, peta, seni, praktik, dan ingatan. Tidak semua pengetahuan harus direkam atau dipublikasikan.Knowledge can live in film, writing, photography, sound, language, archives, maps, art, practice, and memory. Not all knowledge needs to be recorded or published.
Universitas Adat Wuwuk terbuka terhadap pertukaran, kunjungan, film, penelitian, seni, kerja sama, dan bentuk belajar bersama yang menghormati pengetahuan serta keputusan komunitas.Wuwuk Indigenous Peoples’ University is open to exchange, visits, film, research, arts, collaboration, and forms of learning together that respect community knowledge and decisions.
Cara Berhubungan →How to Connect →