Tentang

Filmmaker muda merekam di hutan Minahasa
Wilayah Adat · Belajar Bersama
Tentang

Universitas Adat Wuwuk

Universitas Adat Wuwuk adalah universitas adat berbasis komunitas sekaligus ekosistem pendidikan adat yang tumbuh dari kehidupan di Wuwuk, Minahasa. Sistem Pengetahuan Masyarakat Adat menjadi intinya. Komunitas menentukan arah pembelajaran, mengenali siapa yang menjadi sumber pengetahuan, serta menentukan bagaimana pengetahuan diteruskan, dipraktikkan, direkam, dan dibagikan.

Universe is University.
Semesta adalah ruang belajar.

Mengapa “Universitas”?

Semesta adalah ruang belajar.


Logo Universitas Adat Wuwuk diambil dari salah satu simbol tua Minahasa. Kami tidak menjelaskan maknanya secara terbuka karena bagi kami simbol ini sakral. Tidak semua pengetahuan harus dijelaskan kepada publik. Ada pengetahuan yang hanya dapat dibagikan kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dan di tempat yang tepat. Namun, makna simbol ini dapat kami jelaskan kepada orang yang kami anggap tepat, pada waktu yang tepat, dan di tempat yang tepat.

Sekolah, akademi, kampus, dan universitas adalah istilah yang digunakan untuk menyebut atau menamai ruang dan entitas pendidikan. Kami memilih kata universitas.

Kami sebenarnya dapat menggunakan nama Sekolah Adat Wuwuk. Namun bagi kami, persoalannya bukan memilih istilah yang dianggap lebih tinggi daripada istilah lainnya. Kami memilih universitas karena kata ini paling sesuai dengan cara kami memahami belajar: tidak terbatas pada satu gedung, satu jenjang, satu kelompok umur, atau satu bentuk hubungan antara guru dan murid.

Kata sekolah bukan berasal dari bahasa kami. Begitu pula kata universitas. Karena itu, kami tidak menentukan pilihan hanya dari asal katanya. Yang lebih penting adalah makna yang kami berikan kepadanya dan kesesuaiannya dengan cara kami memandang pengetahuan dan kehidupan.

Kami tidak menggunakan kata universitas untuk mengatakan bahwa Universitas Adat Wuwuk adalah universitas formal. Bagi kami, salah satu dasar filosofis dalam memilih kata universitas adalah gagasan tentang keseluruhan. Kata universe, yang berarti semesta, memiliki akar yang berkerabat dengan universitas dan sama-sama membawa gagasan tentang sesuatu yang utuh atau menyeluruh. Dari hubungan makna inilah kami memahami universitas sebagai ruang belajar yang tidak dibatasi oleh gedung, kelas, jenjang pendidikan, atau usia. Ruang belajar dapat hadir dalam seluruh kehidupan dan dalam semesta tempat kehidupan berlangsung.  

Belajar tidak hanya berlangsung di dalam gedung. Ia dapat berlangsung di kebun, hutan, sawah, rumah, dapur, ruang budaya, layar film, arsip, perjalanan, percakapan, ritual, dan kerja sehari-hari.

Karena itu, Universitas Adat Wuwuk tidak mempunyai batas kampus dalam pengertian konvensional.

Wuwuk dan seluruh ruang kehidupannya adalah ruang belajar.

Mengapa “Universe is University”?

Kami memilih kata-kata yang dapat dipahami oleh banyak orang karena pendidikan yang kami bangun tidak hanya untuk komunitas kami sendiri. Kami memulainya dari Wuwuk, tetapi kami juga ingin pengalaman dan cara belajar yang tumbuh di sini dapat diketahui, dibagikan, dan jika berguna, menginspirasi orang serta komunitas lain.

Penggunaan bahasa Inggris dalam Universe is University bukan karena kami menganggap bahasa Inggris lebih tinggi daripada bahasa lain. Kami menggunakannya sebagai bahasa komunikasi agar gagasan yang dimulai dari Wuwuk dapat menjangkau lebih banyak orang.

Jika moto itu diterjemahkan menjadi Semesta adalah Universitas, kalimat tersebut menggunakan bahasa Indonesia, yang juga bukan bahasa asli komunitas kami. Karena itu, bagi kami, persoalannya bukan mencari bahasa yang dianggap paling asli untuk setiap istilah, melainkan bagaimana sebuah bahasa digunakan untuk membawa gagasan tanpa melepaskan tempat gagasan itu berasal.

Kata universe juga sesuai dengan maksud kami. Ruang belajar tidak berhenti pada sekolah, kampus, atau gedung pendidikan. Semesta dapat menjadi ruang belajar. Pada saat yang sama, kami ingin gagasan yang tumbuh dari Wuwuk dapat berjumpa dengan dunia yang lebih luas.

Kami memulai dari komunitas kami. Pendidikan tidak hanya untuk kami. Kami membagikan pengalaman ini agar lebih banyak orang dapat belajar darinya dan menemukan cara belajar yang berakar pada kehidupan di tempatnya sendiri.

Belajar

Peran belajar dapat berganti.

Seseorang dapat membagikan pengetahuan yang ia kuasai hari ini, lalu belajar dari orang lain pada kesempatan berikutnya.

Petani dapat berbagi pengetahuan tentang tanah dan musim. Filmmaker dapat berbagi cara menggunakan kamera. Orang tua dapat menceritakan sejarah kampung. Anak dapat menunjukkan sesuatu yang tidak diperhatikan orang dewasa.

Posisi mengetahui terus bergerak. Karena itu, tidak ada satu orang yang menjadi pusat seluruh pengetahuan.

Praktik

Belajar dari kehidupan.

Pengetahuan tidak hanya berada di dalam buku. Ia hidup dalam tindakan.

Orang belajar menanam dengan ikut menanam. Orang belajar membuat film dengan bertanya, mendengar, merekam, mengedit, dan memutar kembali film tersebut.

Orang belajar sejarah dengan mendengar cerita, memeriksa nama, mendatangi tempat, membaca arsip, dan membandingkan berbagai sumber.

Pengetahuan menjadi berarti ketika dapat hidup kembali dalam praktik.

Inti Pengetahuan

Sistem Pengetahuan Masyarakat Adat.

Pengetahuan tidak dipisahkan dari wilayah, bahasa, musim, kerja, ingatan, makhluk hidup, praktik, dan hubungan antarmanusia.

Hutan, kebun, sawah, air, rumah, tumbuhan, hewan, cerita, arsip, dan seluruh wilayah kehidupan dapat menjadi sumber belajar. Komunitas menentukan siapa yang menjadi sumber pengetahuan, bagaimana pengetahuan diteruskan, serta apa yang boleh atau tidak boleh dibagikan.

Sistem Pengetahuan Masyarakat Adat adalah fondasi utama Universitas Adat Wuwuk.

Ukuran Belajar

Pengetahuan tidak diukur dari ijazah.

Bisakah kita menjelaskannya?
Bisakah kita melakukannya?
Bisakah kita mengulanginya?
Bisakah kita bertanggung jawab atasnya?
Bisakah kita membagikannya kepada orang lain?
Kelembagaan

Sebuah lembaga dan sebuah ekosistem.

Universitas Adat Wuwuk tetap mempunyai kelembagaan. Ada Musyawarah Adat. Ada Sekretariat Bersama. Ada administrasi, keuangan, dokumentasi, arsip, jejaring, dan kerja sama.

Musyawarah Adat menentukan arah bersama. Sekretariat Bersama menjalankan administrasi, dokumentasi, arsip, komunikasi, keuangan, jejaring, dan kebutuhan bersama. Keduanya tidak menentukan siapa yang paling mengetahui. Siapa yang menjadi sumber pengetahuan mengikuti pengalaman, praktik, tanggung jawab adat, dan pengakuan komunitas.

KUMA tetap KUMA. Wuwuk Film tetap Wuwuk Film. Smartphone Movement tetap Smartphone Movement. Forest Cinema tetap menjadi ruang belajar.

Universitas Adat Wuwuk menghubungkan berbagai praktik itu tanpa harus mengubahnya menjadi fakultas, jurusan, atau departemen.

Untuk Apa Belajar?

Untuk masa depan bersama.

Universitas Adat Wuwuk tidak mengukur keberhasilan belajar hanya dari seberapa jauh seseorang dapat maju sebagai individu.

Belajar juga perlu memperkuat kemampuan komunitas untuk terus hidup di wilayahnya, menghasilkan pangan, menggunakan bahasa, merawat pengetahuan, mencipta, mengambil keputusan, dan mempersiapkan generasi berikutnya.

Pengetahuan menjadi berarti ketika ia membantu kehidupan bersama tetap mungkin.

Belajar bukan hanya untuk diri sendiri. Belajar juga untuk kehidupan yang akan diteruskan bersama.

Kedaulatan

Belajar untuk mempunyai kemampuan menentukan arah hidup.

Mengetahui bahasa memperkuat kemampuan menamai dunia sendiri. Mengetahui wilayah memperkuat kemampuan merawat dan mempertahankan hubungan dengan wilayah. Mengetahui pangan memperkuat kemampuan memenuhi kehidupan. Menguasai film dan media memperkuat kemampuan menceritakan diri sendiri.

Pengetahuan tidak berhenti pada mengetahui sesuatu. Ia dapat memperkuat kemampuan komunitas untuk mengambil keputusan berdasarkan pengalaman, kebutuhan, hubungan, dan ukuran yang hidup di dalam komunitas sendiri.

Pengetahuan → kemampuan → kedaulatan.

Belajar Antarkomunitas

Berakar di Wuwuk, terhubung dengan dunia.

Universitas Adat Wuwuk berakar pada kehidupan, wilayah, bahasa, sejarah, dan pengalaman Wuwuk.

Tetapi belajar tidak berhenti di Wuwuk. Pertemuan dengan komunitas lain, Masyarakat Adat dari tempat lain, filmmaker, petani, seniman, penulis, pemuda, dan berbagai jaringan dapat membuka pengetahuan baru.

Belajar dari komunitas lain bukan berarti mencari satu model untuk disalin. Pengetahuan, metode, dan pengalaman yang datang dari luar tetap dibaca kembali berdasarkan kebutuhan, hubungan, dan konteks Wuwuk.

Wuwuk belajar dari dunia.
Dunia juga dapat belajar dari Wuwuk.

Universe is University

Semesta adalah ruang belajar.

Universitas Adat Wuwuk bukan upaya memindahkan sekolah atau universitas formal ke dalam kehidupan adat. Ia adalah cara memberi nama dan bentuk kelembagaan secukupnya kepada proses belajar yang telah lama hidup melalui wilayah adat, relasi, kerja, pengalaman, dan pengetahuan bersama.

Cara Kami Belajar →
About

Wuwuk Indigenous Peoples’ University

Wuwuk Indigenous Peoples’ University is a community-based Indigenous Peoples’ university and an Indigenous learning ecosystem rooted in life in Wuwuk, Minahasa. The Indigenous Knowledge System is the core foundations. The community sets the direction of learning, recognizes who serves as a source of knowledge, and determines how knowledge is transmitted, practiced, recorded, and shared.

Universe is University.
The universe is a place of learning.

Why “University”?

The universe is a place of learning.


The Wuwuk Indigenous Peoples’ University logo is rooted in an old Minahasan symbol. We do not explain its meaning publicly because, for us, this symbol is sacred. Not all knowledge needs to be explained to the public. Some knowledge is shared only with the right person, at the right time, and in the right place. However, we can explain the meaning of this symbol to those we consider appropriate, at the right time, and in the right place.

School, academy, campus, and university are terms used to name educational spaces and institutions. We chose the word university.

We could have called it Wuwuk Indigenous School. But for us, the question is not which term is considered higher than another. We chose university because it best fits how we understand learning: not limited to one building, one level, one age group, or one fixed relationship between teacher and student.

The word school does not come from our language. Neither does university. So we do not make this choice based only on where a word comes from. What matters more is the meaning we give it and whether it fits the way we understand knowledge and life.

We do not use the word university to claim that Wuwuk Indigenous Peoples’ University is a formal university. For us, one of the philosophical foundations for choosing the word university is the idea of wholeness. The word universe, meaning the cosmos or the whole of existence, shares a related linguistic root with university, and both carry the idea of something whole or encompassing. From this relationship of meaning, we understand a university as a place of learning that is not limited by buildings, classrooms, levels of education, or age. Learning can take place throughout life and within the universe in which life unfolds.

Learning does not only happen inside buildings. It can happen in gardens, forests, rice fields, homes, kitchens, cultural spaces, film screens, archives, journeys, conversations, rituals, and everyday work.

For this reason, Wuwuk Indigenous Peoples’ University has no campus boundary in the conventional sense.

Wuwuk and the whole territory of its life are places of learning.

Why “Universe is University”?

We chose words that many people can understand because the education we are building is not only for our own community. We begin in Wuwuk, but we also want the experiences and ways of learning that grow here to be known, shared, and, when useful, to inspire people and communities elsewhere.

We use English in Universe is University not because we consider English superior to other languages. We use it as a language of communication so that an idea that begins in Wuwuk can reach more people.

Translating the motto into Indonesian as Semesta adalah Universitas would not automatically make it more local, because Indonesian is also not the original language of our community. For us, the question is not simply which language appears most local, but how language can carry an idea without separating it from the place where that idea comes from.

The word universe also expresses what we mean. Learning does not stop at a school, campus, or educational building. The universe can become a place of learning. At the same time, we want an idea rooted in Wuwuk to meet a wider world.

We begin with our community. Education is not only for us. We share this experience so that more people can learn from it and discover ways of learning rooted in life where they are.

Learning

Learning roles can change.

A person may share what they know today and learn from someone else on another occasion.

A farmer may share knowledge of soil and seasons. A filmmaker may share how to use a camera. An elder may tell the history of the village. A child may notice something adults have overlooked.

The position of knowing keeps moving. No single person becomes the center of all knowledge.

Practice

Learning from life.

Knowledge does not live only in books. It lives in action.

People learn planting by planting. People learn filmmaking by asking, listening, recording, editing, and screening the film back.

People learn history by listening to stories, checking names, visiting places, reading archives, and comparing different sources.

Knowledge becomes meaningful when it can live again in practice.

Knowledge Core

Indigenous Knowledge System.

Knowledge is not separated from territory, language, seasons, work, memory, living beings, practice, and human relationships.

Forests, gardens, rice fields, water, homes, plants, animals, stories, archives, and the whole territory of life can become sources of learning. The community determines who serves as a source of knowledge, how knowledge is passed on, and what may or may not be shared.

The Indigenous Knowledge System is the core foundations of Wuwuk Indigenous Peoples’ University.

Measures of Learning

Knowledge is not measured by diplomas.

Can we explain it?
Can we do it?
Can we do it again?
Can we take responsibility for it?
Can we share it with others?
Institution

An institution and an ecosystem.

Wuwuk Indigenous Peoples’ University still has an institutional structure. There is Musyawarah Adat. There is a Joint Secretariat. There are administration, finance, documentation, archives, networks, and collaboration.

Musyawarah Adat sets the shared direction. The Joint Secretariat handles administration, documentation, archives, communication, finance, networks, and other shared needs. Neither determines who knows the most. Who serves as a source of knowledge follows lived experience, practice, adat responsibility, and community recognition.

KUMA remains KUMA. Wuwuk Film remains Wuwuk Film. Smartphone Movement remains Smartphone Movement. Forest Cinema remains a learning space.

The University connects these practices without turning them into faculties, departments, or degree programs.

Why Learn?

For a shared future.

Wuwuk Indigenous Peoples’ University does not measure learning only by how far an individual can advance.

Learning should also strengthen the community’s ability to continue living in its territory, producing food, using language, caring for knowledge, creating, making decisions, and preparing the next generation.

Knowledge becomes meaningful when it helps make shared life possible.

Learning is not only for oneself. Learning is also for the life that will be continued together.

Self-Determination

Learning strengthens the ability to determine the direction of life.

Knowing one’s language strengthens the ability to name the world in one’s own terms. Knowing territory strengthens the ability to care for and sustain relationships with territory. Food knowledge strengthens the ability to sustain life. Film and media strengthen the ability to tell one’s own stories.

Knowledge does not end with knowing something. It can strengthen a community’s ability to make decisions according to its own experience, needs, relationships, and measures.

Knowledge → capacity → self-determination.

Learning Across Communities

Rooted in Wuwuk, connected to the world.

Wuwuk Indigenous Peoples’ University is rooted in Wuwuk’s life, territory, language, history, and experience.

But learning does not stop in Wuwuk. Encounters with other communities, Indigenous Peoples, filmmakers, farmers, artists, writers, youth, and wider networks can open new knowledge.

Learning from another community does not mean searching for a model to copy. Knowledge, methods, and experiences from elsewhere are read again through the needs, relationships, and context of Wuwuk.

Wuwuk learns from the world.
The world can also learn from Wuwuk.

Universe is University

The universe is a place of learning.

Wuwuk Indigenous Peoples’ University is not an attempt to move a formal school or university into Indigenous life. It is a way of giving a name and just enough institutional form to learning processes that have long lived through territory, relationships, work, experience, and shared knowledge.

How We Learn →

Postingan populer dari blog ini

Belajar Bercerita dari Kampung Sendiri

Belajar dari Kalender Adat

Bahasa yang Kembali ke Tangan Anak-anak