Musyawarah Adat & Tata Kelola

Musyawarah Adat berlangsung bersama di Wuwuk
Musyawarah Adat · Wuwuk
Musyawarah Adat & Tata Kelola

Arah ditentukan bersama.

Musyawarah Adat menentukan arah dan keputusan bersama. Sekretariat Bersama menjalankan administrasi, dokumentasi, arsip, komunikasi, dan kebutuhan bersama.

Musyawarah Adat menentukan arah.
Sekretariat Bersama menjalankan urusan bersama.
Komunitas menentukan siapa yang menjadi sumber pengetahuan, bagaimana pengetahuan diteruskan, dan apa yang boleh dibagikan.

Musyawarah Adat

Arah ditentukan bersama.

Musyawarah Adat adalah ruang untuk mendengar, membicarakan persoalan, menentukan arah, mengevaluasi kerja, menjaga etika, dan mengambil keputusan bersama.

Musyawarah Adat bukan dewan akademik. Ia tidak menentukan siapa yang berhak disebut profesor, dosen, guru, atau ahli.

Siapa yang menjadi sumber pengetahuan mengikuti pengalaman, praktik, tanggung jawab adat, dan pengakuan komunitas.

Siapa yang Terlibat?

Musyawarah mengikuti persoalan.

Tetua
Membawa pengalaman, ingatan, sejarah, dan pengetahuan yang hidup.

Perempuan Adat
Membawa pengetahuan dan pengalaman dari rumah, pangan, wilayah, kerja, keluarga, budaya, dan kehidupan komunitas.

Pemuda Adat
Terlibat dalam kerja komunitas, media, teknologi, seni, wilayah, dan berbagai proses belajar.

Pemegang Pengetahuan
Orang yang mempunyai pengalaman, praktik, tanggung jawab, atau pengetahuan tertentu dapat terlibat sesuai persoalan yang dibahas.

Pelaku Praktik
Petani, filmmaker, seniman, orang yang bekerja dengan bahasa, arsip, ritual, teknologi, atau bidang lain.

Sekretariat Bersama
Hadir untuk mencatat, menghubungkan, menjalankan keputusan, dan mengurus kebutuhan kelembagaan.

Peran dalam Proses Belajar

Fungsional, bukan struktural.

Universitas Adat Wuwuk mengenal fungsi Pemberi Pengetahuan dan Penerima Pengetahuan dalam proses belajar.

Fungsi ini tidak menjadi jabatan organisasi, tidak mempunyai pangkat, dan tidak melekat permanen pada seseorang.

Siapa yang menjadi pemberi atau penerima mengikuti pengetahuan yang sedang dipelajari, siapa sumbernya, tanggung jawab yang melekat padanya, dan situasi belajar.

Musyawarah Adat atau Sekretariat Bersama tidak mengangkat seseorang menjadi “Pemberi Pengetahuan” sebagai jabatan tetap.

Musyawarah Adat dan Sekretariat Bersama membantu proses belajar dan keputusan bersama. Keduanya tidak menetapkan siapa yang paling mengetahui.

Tetua & Pemegang Pengetahuan

Sumber primer sesuai pengetahuan yang diwarisi dan dijalankannya.

Tetua adat dan pemegang pengetahuan mempunyai kedudukan utama pada pengetahuan yang mereka warisi, jalankan, dan pertanggungjawabkan.

Mereka dapat menjadi sumber primer untuk sejarah, adat, bahasa, wilayah, tata cara, ritual, ingatan antargenerasi, atau pengetahuan lain sesuai pengalaman, tanggung jawab adat, dan pengakuan komunitas.

Musyawarah Adat tidak menjadikan seseorang sumber pengetahuan melalui jabatan. Ia menghormati sumber yang diakui melalui praktik, pewarisan, tanggung jawab, dan pengakuan komunitas.

Tetua adalah sumber primer, bukan sumber tunggal. Setiap pengetahuan perlu didengar dari orang yang memang mengetahui, menjalankan, dan bertanggung jawab terhadapnya.

Anak-anak

Anak adalah bagian dari kehidupan pengetahuan.

Anak bukan sekadar objek pendidikan. Mereka melihat, mendengar, bertanya, bermain, mencoba, dan mengingat.

Anak dapat mempunyai pandangan tentang lingkungan, bahasa, teknologi, tempat, atau kehidupan sehari-hari yang berbeda dari orang dewasa.

Anak tidak harus memikul tanggung jawab orang dewasa untuk diakui sebagai bagian dari proses belajar.

Regenerasi

Dari yang mengetahui kepada generasi berikutnya.

Regenerasi dimulai dengan mengetahui siapa pemegang pengetahuan hari ini, lalu membuka ruang agar generasi berikutnya dapat mendengar, melihat, melakukan, dan bertanggung jawab atas pengetahuan yang dipelajari.

Siapa yang masih mengetahui? Siapa yang sedang belajar? Siapa yang kelak dapat melakukannya sendiri?

Regenerasi dapat menyangkut bahasa Tontemboan, kalender adat, ritual, pengetahuan tanaman dan pangan, pengelolaan arsip, keterampilan media, serta praktik lain yang hidup di Wuwuk.

Tata kelola pengetahuan juga berarti memastikan pengetahuan tidak berhenti pada satu generasi.

Cara Mendengar

Tidak semua orang berbicara dengan cara yang sama.

Musyawarah perlu menjaga agar orang yang paling banyak berbicara tidak otomatis menjadi orang yang paling menentukan.

Ada orang yang berbicara panjang. Ada yang hanya mengatakan beberapa kalimat. Ada yang lebih mudah berbicara ketika didatangi di rumah, kebun, atau tempat ia bekerja.

Kadang-kadang, untuk mendengar seseorang, kita yang harus mendatanginya.

Sekretariat Bersama

Pelaksana amanat Musyawarah Adat.

Sekretariat Bersama menjalankan pekerjaan kelembagaan yang diperlukan agar Universitas Adat Wuwuk dapat bekerja dan berhubungan dengan pihak lain.

Sekretariat Bersama bukan pimpinan akademik.

Ia tidak menentukan kurikulum. Tidak menentukan siapa guru. Tidak menentukan siapa siswa. Tidak menentukan siapa yang paling mengetahui.

Musyawarah Adat menentukan arah.
Sekretariat Bersama menjalankan amanat.

Fungsi Sekretariat

Struktur dibuat secukupnya.

Koordinasi
Menghubungkan orang, kegiatan, keputusan, dan kebutuhan kerja.

Administrasi
Mengurus surat, dokumen, pencatatan keputusan, dan kebutuhan kelembagaan.

Keuangan
Mengelola anggaran, penerimaan, penggunaan dana, dan pertanggungjawaban.

Dokumentasi
Membantu merekam kegiatan melalui tulisan, foto, film, audio, atau bentuk dokumentasi lain.

Arsip
Merawat dokumen dan pengetahuan yang memang dapat disimpan.

Jejaring
Menghubungkan Universitas Adat Wuwuk dengan komunitas, Masyarakat Adat, filmmaker, seniman, penulis, lembaga, dan jaringan lain.

Struktur

Bukan untuk menciptakan jabatan.

Sekretariat Bersama tidak perlu menjadi birokrasi besar. Satu orang dapat menjalankan lebih dari satu fungsi ketika memang diperlukan.

Fungsi dapat berubah ketika kebutuhan berubah.

Struktur dibuat secukupnya untuk mengurus kerja, bukan untuk membangun hierarki pengetahuan.

Wale Petaupan

Salah satu titik kelembagaan.

Sekretariat Bersama dapat berkedudukan di Wale Petaupan.

Wale Petaupan dapat digunakan untuk Musyawarah Adat, menerima tamu, bekerja bersama, mengurus administrasi, membaca, menulis, dan merawat arsip.

Tetapi Wale Petaupan bukan pusat seluruh pengetahuan.

Kebun, sawah, hutan, rumah, Forest Cinema, dan seluruh wilayah kehidupan tetap menjadi ruang belajar.

Etika Pengetahuan

Tata kelola juga berarti menjaga batas.

Tidak semua pengetahuan bersifat publik.

Ada pengetahuan yang dapat dibagikan. Ada yang berada dalam keluarga. Ada yang berkaitan dengan ritual. Ada yang melekat pada tempat tertentu.

Karena itu, tata kelola pengetahuan perlu menjawab:

Dari siapa pengetahuan berasal?
Siapa yang dapat memberi izin?
Siapa yang boleh mengaksesnya?
Apakah boleh direkam?
Apakah boleh dipublikasikan?
Untuk tujuan apa pengetahuan digunakan?

Negara

Pengakuan administratif bukan ukuran pengetahuan.

Universitas Adat Wuwuk dapat berhubungan dengan negara.

Negara dapat mengetahui keberadaannya, tempatnya, orang yang dapat dihubungi, dan kegiatan yang dilakukan.

Negara juga dapat memberikan dukungan.

Tetapi pengakuan administratif tidak membuat negara dapat menentukan siapa yang mengetahui sesuatu.

Negara dapat mengakui keberadaan.
Komunitas tetap menentukan siapa yang menjadi sumber pengetahuan, bagaimana pengetahuan diteruskan, dan apa yang boleh dibagikan.

Donor & Mitra

Dukungan tidak menentukan arah komunitas.

Universitas Adat Wuwuk dapat menerima dukungan dan bekerja sama dengan berbagai pihak.

Dukungan dapat membantu ruang belajar, kegiatan, alat, perjalanan, penerbitan, film, festival, pertukaran, atau kebutuhan lain.

Tetapi pemberi dana tidak menentukan apa yang harus diketahui komunitas.

Tidak menentukan siapa guru. Tidak menentukan siapa siswa. Tidak menentukan pengetahuan apa yang harus dibuka.

Dukungan mengikuti kebutuhan komunitas.
Komunitas tidak mengikuti kebutuhan proyek.

Momen Kelembagaan

Penegasan, bukan awal pengetahuan.

Pendidikan dan pengetahuan di Wuwuk tidak dimulai ketika nama Universitas Adat Wuwuk digunakan.

Orang telah belajar melalui keluarga, tanah, kerja, bahasa, cerita, ritual, seni, film, dan kehidupan jauh sebelumnya.

Karena itu, tahun atau tanggal pendirian administratif tidak dimaksudkan sebagai tanggal lahir pengetahuan.

Momen kelembagaan adalah saat kita memberi nama dan bentuk bersama kepada sesuatu yang telah lama hidup.

Prinsip Tata Kelola

Tiga kalimat.

Musyawarah Adat menentukan arah.

Sekretariat Bersama menjalankan urusan bersama.

Komunitas menentukan siapa yang menjadi sumber pengetahuan, bagaimana pengetahuan diteruskan, dan apa yang boleh dibagikan.

Selanjutnya

Hubungan dibangun dengan tanggung jawab.

Terhubung →
Musyawarah Adat & Governance

Direction is determined together.

Musyawarah Adat determines shared direction and decisions. The Joint Secretariat handles administration, documentation, archives, communication, and other shared needs.

Musyawarah Adat sets the direction.
The Joint Secretariat handles shared affairs.
The community determines who serves as a source of knowledge, how knowledge is passed on, and what may be shared.

Musyawarah Adat

Direction is determined together.

Musyawarah Adat is a space to listen, discuss problems, determine direction, evaluate work, protect ethics, and make decisions together.

Musyawarah Adat is not an academic council. It does not decide who may be called a professor, lecturer, teacher, or expert.

Who serves as a source of knowledge follows lived experience, practice, adat responsibility, and community recognition.

Who Takes Part?

Participation follows the issue.

Elders
Bring experience, memory, history, and living knowledge.

Indigenous Women
Bring knowledge and experience from home, food, territory, work, family, culture, and community life.

Indigenous Youth
Participate in community work, media, technology, arts, territory, and different learning processes.

Knowledge Holders
People with particular experience, practice, responsibility, or knowledge may participate according to the issue being discussed.

Practitioners
Farmers, filmmakers, artists, people working with language, archives, ritual, technology, or other fields.

Joint Secretariat
Present to record, connect, carry out decisions, and manage institutional needs.

Roles in the Learning Process

Functional, not structural.

Wuwuk Indigenous Peoples’ University recognizes the functions of Knowledge Giver and Knowledge Receiver within a learning process.

These functions are not organizational offices, carry no rank, and are not permanently attached to a person.

Who gives or receives knowledge depends on the knowledge being learned, its source, the responsibilities attached to it, and the learning situation.

Musyawarah Adat or the Joint Secretariat does not appoint someone as a permanent “Knowledge Giver.”

Musyawarah Adat and the Joint Secretariat help learning processes and shared decisions function. Neither appoints who knows the most.

Elders & Knowledge Holders

Primary sources according to the knowledge they have inherited and practiced.

Elders and knowledge holders hold a primary position in the knowledge they have inherited, practiced, and carried with responsibility.

They may be primary sources for history, adat, language, territory, procedures, ritual, intergenerational memory, or other knowledge according to their experience, adat responsibility, and community recognition.

Musyawarah Adat does not make someone a source of knowledge through an institutional position. It respects sources recognized through practice, transmission, responsibility, and community recognition.

Elders are primary sources, not the only sources. Each body of knowledge should be learned from those who actually know it, practice it, and carry responsibility for it.

Children

Children are part of the life of knowledge.

Children are not merely objects of education. They observe, listen, ask, play, try, and remember.

Children can have perspectives on environment, language, technology, place, or everyday life that differ from those of adults.

Children do not need to carry adult responsibilities in order to be recognized as part of the learning process.

Regeneration

From those who know to the next generation.

Regeneration begins by knowing who holds knowledge today, then opening space for the next generation to listen, observe, practice, and take responsibility for what they learn.

Who still knows? Who is learning? Who will eventually be able to carry the practice independently?

Regeneration may concern the Tontemboan language, the adat calendar, ritual, plant and food knowledge, archive stewardship, media skills, and other practices living in Wuwuk.

Governing knowledge also means ensuring that knowledge does not stop with one generation.

How We Listen

People do not all speak in the same way.

Musyawarah Adat needs to ensure that the person who speaks the most does not automatically become the person who decides the most.

Some people speak at length. Some say only a few sentences. Some speak more easily when visited at home, in a garden, or at their place of work.

Sometimes, to hear someone, we need to go to them.

Joint Secretariat

Carrying out the mandate of Musyawarah Adat.

The Joint Secretariat carries out the institutional work needed for Wuwuk Indigenous Peoples’ University to operate and relate to other parties.

The Joint Secretariat is not an academic leadership body.

It does not set a curriculum. It does not decide who is a teacher. It does not decide who is a student. It does not decide who knows the most.

Musyawarah Adat sets the direction.
The Joint Secretariat carries out the mandate.

Secretariat Functions

Structure is kept to what is necessary.

Coordination
Connect people, activities, decisions, and work needs.

Administration
Manage letters, documents, records of decisions, and institutional needs.

Finance
Manage budgets, income, spending, and accountability.

Documentation
Help document activities through writing, photography, film, audio, or other forms.

Archives
Care for documents and knowledge that can appropriately be stored.

Networks
Connect the University with communities, Indigenous Peoples, filmmakers, artists, writers, institutions, and other networks.

Structure

Not to create positions for their own sake.

The Joint Secretariat does not need to become a large bureaucracy. One person may carry out more than one function when necessary.

Functions can change when needs change.

Structure exists to support the work, not to build a hierarchy of knowledge.

Wale Petaupan

One institutional point.

The Joint Secretariat may be based at Wale Petaupan.

Wale Petaupan can be used for Musyawarah Adat, receiving guests, working together, administration, reading, writing, and archival care.

But Wale Petaupan is not the center of all knowledge.

Gardens, rice fields, forests, homes, Forest Cinema, and the wider territory of life remain spaces of learning.

Knowledge Ethics

Governance also means protecting limits.

Not all knowledge is public.

Some knowledge can be shared. Some belongs within families. Some is connected to ritual. Some is tied to particular places.

Knowledge governance therefore needs to ask:

Where does this knowledge come from?
Who can give permission?
Who may access it?
May it be recorded?
May it be published?
For what purpose will it be used?

State

Administrative recognition is not the measure of knowledge.

Wuwuk Indigenous Peoples’ University can engage with the state.

The state can know that it exists, where it is located, who can be contacted, and what activities take place.

The state may also provide support.

But administrative recognition does not allow the state to determine who knows something.

The state can recognize existence.
The community still determines who serves as a source of knowledge, how knowledge is passed on, and what may be shared.

Donors & Partners

Support does not determine the community’s direction.

Wuwuk Indigenous Peoples’ University can receive support and collaborate with different parties.

Support can help learning spaces, activities, equipment, journeys, publications, film, festivals, exchange, or other needs.

But funders do not determine what the community must know.

They do not decide who is a teacher. They do not decide who is a student. They do not decide what knowledge must be opened.

Support follows community needs.
The community does not follow project needs.

Institutional Moment

An affirmation, not the beginning of knowledge.

Education and knowledge in Wuwuk did not begin when the name Wuwuk Indigenous Peoples’ University was adopted.

People had long been learning through family, land, work, language, stories, ritual, arts, film, and everyday life.

An administrative founding year or date is therefore not treated as the birth date of knowledge.

The institutional moment is when we give a shared name and form to something that has long been alive.

Governance Principles

Three sentences.

Musyawarah Adat sets the direction.

The Joint Secretariat handles shared affairs.

The community determines who serves as a source of knowledge, how knowledge is passed on, and what may be shared.

Next

Relationships are built through responsibility.

Connect →

Postingan populer dari blog ini

Belajar Bercerita dari Kampung Sendiri

Belajar dari Kalender Adat

Bahasa yang Kembali ke Tangan Anak-anak