Ruang & Praktik

Kegiatan Smartphone Movement di ruang hidup komunitas
Ruang belajar mengikuti kehidupan
Ruang & Praktik

Ruang belajar mengikuti kehidupan.

Universitas Adat Wuwuk tidak mempunyai satu kampus utama. Proses belajar berlangsung di banyak tempat sesuai pengetahuan yang sedang dipelajari.

Prinsip

Tidak ada satu ruang yang menjadi pusat semuanya.

Kebun dapat menjadi ruang belajar. Rumah dapat menjadi ruang belajar. Hutan, sawah, sungai, dapur, layar film, ruang pertemuan, perjalanan, dan arsip dapat menjadi ruang belajar.

Tempat belajar berubah mengikuti pengetahuan, orang, musim, kebutuhan, dan kegiatan.

Belajar tidak menunggu ruang khusus. Ia bergerak bersama kehidupan.

Kebun · Sawah · Hutan

Belajar membaca wilayah.

Tanah, air, tumbuhan, hewan, musim, jalan, perubahan cuaca, dan cara kerja dapat dipelajari langsung di wilayah.

Orang belajar dengan berjalan, melihat, bertanya, bekerja, mengingat, dan membandingkan.

Pengetahuan tentang wilayah tidak selalu dapat dipindahkan sepenuhnya ke dalam ruang kelas.

Belajar di wilayah

Ruang belajar berubah mengikuti pengetahuan.

Untuk memahami wilayah, orang perlu berada di wilayah. Untuk membuat film, orang perlu melihat, mendengar, berjalan, dan berhubungan dengan tempat yang direkam.

Rumah

Rumah adalah ruang pengetahuan.

Di rumah orang memasak, bercerita, mendengar bahasa, mengingat keluarga, membicarakan sejarah, dan menjalankan kehidupan sehari-hari.

Banyak pengetahuan pertama kali dipelajari tanpa disebut sebagai pelajaran.

Ia hadir dalam kebiasaan, percakapan, kerja, makanan, dan hubungan keluarga.

Wale Petaupan

Ruang untuk berkumpul, bukan pusat seluruh pengetahuan.

Wale Petaupan dapat digunakan untuk Musyawarah Adat, percakapan, menerima tamu, membaca, menulis, administrasi, dokumentasi, dan arsip.

Tetapi pengetahuan tidak berhenti di dalam bangunan itu.

Wale Petaupan adalah salah satu ruang. Seluruh wilayah kehidupan tetap menjadi ruang belajar.

KUMA

Belajar melalui kerja kehidupan.

KUMA membawa proses belajar ke tanah, pangan, ternak, kerja bersama, Mapalus, Sumembong, dan ekonomi komunitas.

Orang belajar bukan hanya dari hasil, tetapi dari seluruh proses: merencanakan, bekerja, menghadapi masalah, membagi tanggung jawab, dan mengevaluasi.

Wuwuk Film

Kamera membuka pertanyaan.

Proses membuat film membawa orang ke tempat, orang, cerita, arsip, dan pengalaman yang berbeda.

Kamera bukan hanya alat merekam. Ia dapat menjadi alasan untuk mendengar, bertanya, memeriksa, dan kembali ke suatu tempat.

Film juga dapat dikembalikan kepada warga sebagai bagian dari proses belajar.

Smartphone Movement

Belajar dengan alat yang tersedia.

Smartphone memungkinkan proses produksi pengetahuan dilakukan dengan alat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Film, foto, desain, tulisan, berita, audio, editing, dan distribusi dapat dipelajari tanpa menunggu alat yang mahal.

The tool is never the center. The community is.

Forest Cinema

Menonton juga merupakan praktik belajar.

Menonton film bersama membuka percakapan.

Orang dapat membandingkan pengalaman, bertanya kepada pembuat film, berbicara tentang cara bercerita, atau melihat kehidupan komunitas lain.

Workshop, sharing/learning, dan pertemuan juga dapat berlangsung melalui Forest Cinema.

Bahasa

Bahasa dipelajari dengan digunakan.

Bahasa tidak hanya dipelajari melalui daftar kata.

Ia hidup dalam percakapan, nama tempat, tumbuhan, hewan, pekerjaan, cerita, nyanyian, dan ingatan.

Karena itu, ruang belajar bahasa dapat berada di rumah, kebun, perjalanan, film, tulisan, atau percakapan sehari-hari.

Seni

Mencipta adalah cara belajar.

Musik, tari, puisi, cerita, fotografi, film, gambar, dan kerajinan dapat menjadi ruang untuk mencari, mengolah, dan membagikan pengetahuan.

Seni tidak hanya menyimpan budaya. Seni juga menciptakan cara baru untuk melihat kehidupan.

Ritual Adat

Tidak semua ruang terbuka dengan cara yang sama.

Ada pengetahuan yang berkaitan dengan tata cara, waktu, tempat, siapa yang dapat menjalankannya, leluhur, dan hubungan spiritual.

Karena itu, tidak semua ritual dapat diikuti, direkam, atau dipublikasikan oleh semua orang.

Belajar juga berarti memahami kapan harus berhenti, meminta izin, dan menghormati batas.

Arsip

Dokumen juga mempunyai tempat untuk hidup.

Arsip dapat dibaca di meja. Tetapi untuk memahami sebuah arsip, orang sering perlu kembali ke wilayah, berbicara dengan orang, melihat rumah, atau mencari tempat yang disebut di dalam dokumen.

Arsip bertemu wilayah. Wilayah membuka kembali arsip.

Perjalanan

Pergi juga dapat menjadi proses belajar.

Perjalanan memungkinkan orang bertemu komunitas, melihat praktik lain, mengikuti festival, bekerja bersama, atau berbagi pengalaman.

Tetapi perjalanan tidak selesai ketika seseorang pulang.

Pertanyaannya adalah: apa yang dipelajari, apa yang dapat dibawa pulang, dan apa yang tidak cocok dengan kehidupan di Wuwuk?

Anak-anak

Anak juga mempunyai ruang pengetahuan.

Anak melihat. Bertanya. Bermain. Mencoba. Menggambar. Merekam. Mengingat.

Mereka tidak hanya menunggu pengetahuan diberikan.

Ruang bermain dan ruang belajar tidak selalu harus dipisahkan.

Waktu

Ruang belajar juga berubah menurut waktu.

Kebun pada musim tanam berbeda dengan kebun pada musim panen.

Hutan pada pagi hari berbeda dengan hutan pada malam hari.

Sebuah rumah ketika menerima tamu dapat mempunyai fungsi yang berbeda dari rumah pada hari biasa.

Ruang bukan hanya tempat. Ruang juga mempunyai waktu.

Universe is University

Seluruh kehidupan dapat menjadi ruang belajar.

Kebun, sawah, hutan, rumah, Wale Petaupan, KUMA, Wuwuk Film, Forest Cinema, perjalanan, bahasa, seni, ritual, arsip, dan percakapan saling membuka ruang untuk belajar.

Selanjutnya

Pertemuan memperluas ruang belajar.

Festival & Pertukaran →
Spaces & Practices

Learning spaces follow life.

Wuwuk Indigenous Peoples’ University has no single central campus. Learning takes place in many spaces according to the knowledge being learned.

Principle

No single space is the center of everything.

A garden can be a learning space. A home can be a learning space. Forests, rice fields, rivers, kitchens, film screens, meeting spaces, journeys, and archives can all become places of learning.

The place of learning changes according to knowledge, people, seasons, needs, and activity.

Learning does not wait for a special room. It moves with life.

Gardens · Rice Fields · Forests

Learning to read territory.

Soil, water, plants, animals, seasons, paths, weather change, and ways of working can be learned directly in the territory.

People learn by walking, observing, asking, working, remembering, and comparing.

Knowledge of territory cannot always be fully transferred into a classroom.

Learning in territory

Learning spaces change with the knowledge being learned.

To understand territory, people need to be in territory. To make a film, people need to observe, listen, walk, and build relationships with the place being recorded.

Home

Home is a space of knowledge.

At home people cook, tell stories, hear language, remember family, discuss history, and live everyday life.

Much knowledge is first learned without ever being called a lesson.

It lives in habits, conversation, work, food, and family relationships.

Wale Petaupan

A gathering space, not the center of all knowledge.

Wale Petaupan can be used for Musyawarah Adat, conversation, receiving guests, reading, writing, administration, documentation, and archives.

But knowledge does not stop inside that building.

Wale Petaupan is one space. The whole territory of life remains a place of learning.

KUMA

Learning through the work of life.

KUMA brings learning into land, food, livestock, collective work, Mapalus, Sumembong, and the community economy.

People learn not only from outcomes, but from the entire process: planning, working, facing problems, sharing responsibility, and evaluating.

Wuwuk Film

The camera opens questions.

Filmmaking brings people into contact with places, people, stories, archives, and different experiences.

A camera is not only a recording device. It can become a reason to listen, ask, verify, and return to a place.

Films can also be returned to residents as part of the learning process.

Smartphone Movement

Learning with the tools at hand.

Smartphones allow knowledge production to happen with tools already close to everyday life.

Film, photography, design, writing, news, audio, editing, and distribution can be learned without waiting for expensive equipment.

The tool is never the center. The community is.

Forest Cinema

Watching is also a learning practice.

Watching films together opens conversation.

People can compare experiences, ask filmmakers questions, discuss ways of telling stories, or encounter the lives of other communities.

Workshops, sharing/learning, and gatherings can also take place through Forest Cinema.

Language

Language is learned by being used.

Language is not learned only through word lists.

It lives in conversation, place names, plants, animals, work, stories, songs, and memory.

For this reason, language learning can happen at home, in gardens, on journeys, in film, writing, or everyday conversation.

Arts

Creating is a way of learning.

Music, dance, poetry, stories, photography, film, drawing, and craft can become spaces for seeking, shaping, and sharing knowledge.

Art does not only preserve culture. It also creates new ways of seeing life.

Adat Ritual

Not every space opens in the same way.

Some knowledge is connected to procedure, time, place, who may carry it out, ancestors, and spiritual relationships.

For this reason, not every ritual can be attended, recorded, or published by everyone.

Learning also means knowing when to stop, ask permission, and respect limits.

Archives

Documents also need places in which to live.

Archives can be read at a table. But to understand an archive, people often need to return to territory, speak with people, look at houses, or search for places named in documents.

Archives meet territory. Territory reopens the archive.

Journeys

Going elsewhere can also be a learning process.

Journeys allow people to meet communities, see other practices, attend festivals, work together, or share experience.

But a journey does not end when someone returns home.

The questions are: what was learned, what can be brought home, and what does not fit life in Wuwuk?

Children

Children also have spaces of knowledge.

Children observe. Ask. Play. Try. Draw. Record. Remember.

They do not simply wait for knowledge to be given.

Spaces of play and spaces of learning do not always need to be separated.

Time

Learning spaces also change with time.

A garden during planting season is different from the same garden at harvest.

A forest in the morning is different from the forest at night.

A home receiving guests can have a different function from the same home on an ordinary day.

Space is not only place. Space also has time.

Universe is University

All of life can become a place of learning.

Gardens, rice fields, forests, homes, Wale Petaupan, KUMA, Wuwuk Film, Forest Cinema, journeys, language, arts, ritual, archives, and conversation open learning spaces into one another.

Next

Encounter expands the space of learning.

Festivals & Exchange →

Postingan populer dari blog ini

Belajar Bercerita dari Kampung Sendiri

Belajar dari Kalender Adat

Bahasa yang Kembali ke Tangan Anak-anak